Menatap birunya awan
Tertangkap seribu keindahan
Disana, ternyata ada mereka
Entah…
Terasa kesedihan disini..meremas hati, sakit…
Lalu lidahku kelu..
Bait kata tertahan di lorong jiwa
Dingin buliran embun malam hadir di ujung kelopak mataku tanpa malu
Aku masih disini
Berpijak pada bumi
Sungguh aku merindukannya
Saat kulihat kau dan mereka mengepakkan sayap-sayap kebanggaan
Cahaya terpendar…dari celah jendela yang terjajar rapi
Sudut tajam menantang di setiap sisi…
Dia terdiam…menunggu
Lalu orang-orang membukanya, dengan seribu pandangan hati
Tak ada yang sama
Tak ada yang beda
Sama ketika logika meminta
Beda ketika hati bicara
Ketika mereka buka jendela
Terucap tak pernah terlupakan
Aku meminta…karena aku pernah memberi
Aku meminta…karena aku pantas
Aku meminta….karena seharusnya
Seribu jendela
Terbuka dengan seribu cara..entah dengan seribu hati
Seribu jendela
Terdiam…menunggu…
Seribu cara dengan hati dan cinta
Untuk seorang sahabat yang mungkin sedang terluka…
Mak…
Pagi ini aku tidur tengkurap..tiba-tiba kau duduk disamping ranjang kecilku dan tanganmu mulai menyentuh tubuhku.
Capek nak??? pertanyaan yang membuat kerongkonganku tercekat…dan tangan lembutmu memijat tubuhku yang memang sedang lelah…
Terimakasih mak….sebenarnya aku merasa kurang lama kau memijitku..tapi ntah kenapa energy luarbiasa itu singgah di tubuhku setelah tanganmu menyentuhnya dengan penuh cinta….
I love u makkk…..
Siang itu, aku dan teman-temanku sedang sibuk mengetik di ruangan kantor, dimana biasanya aku transit kalo aku singgah ke kantor (maklum…tugasku mobile di lokasi, jadi aku jarang ke kantor). Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan seorang laki-laki usia 40an memakai jaket kulit hitam dengan sepatu yang warna seperti memudar (bukan karena sudah usang, tapi karena debu jalan yang tebal menempel) melongok ke dalam ruangan,
“Selamat siang…”
“Selamat siang pak, mau bertemu siapa pak?”
“Saya tadi dari Dinas….(red), saya disuruh datang kesini, katanya disini butuh fasilitator”
“Apa teman-teman tau siapa yang buka lowongan fasilitator?” (beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam)
“Kami tidak membuka lowongan fasilitator, tadi bapak mendapat informasi dari siapa?”
“Saya tadi sebelumnya dari Dinas…(Red) dan saya disuruh kesini, katanya disini butuh fasilitator untuk di Pati”
“Kita tidak punya program di Pati pak”
“Maksud saya bukan hanya untuk di Pati”
“Iya tapi kami tidak membuka lowongan fasilitator pak”
“Tapi saya tadi dari Dinas…(red) katanya disuruh kesini” (sang bapak dengan gigih berusaha meyakinkan)
….ibu Boss mengambil Hp nya dan diujung sana seseorang diujung sana dengan cepat menerima panggilan telepon itu.
“Slam, kamu buka lowongan fasilitator? O…enggak? untuk program…(red) Enggak? Untuk program lain? Enggak? O ya sudah, ini ada bapak dari Pati kesini, katanya disini buka lowongan, aku pikir mungkin kamu yang buka lowongan. Enggak ya? Oke makasih slam.”
“Pak, kami tidak membuka lowongan fasilitator”
“Tapi tadi saya disuruh kesini katanya disini butuh faslitator”
“Kata orang itu fasilitator apa ya pak?, kami tidak buka lowongan fasilitator”
“Em….(bapak itu terdiam sebentar sambil memaikan Hp nya, tapi raut mukanya terlihat sedikit bingung)…dan akhirnya…fasilitator kesehatan. Katanya disini programnya kesehatan” (bapak itu berusaha meyakinkan)
“Ya betul, memang disini programnya kesehatan tapi kami tidak membuka lowongan fasilitator”
“Itu, fasilitator kesehatan seperti yang di Pekalongan” (kembali bapak itu mencoba meyakinkan)
“Kami tidak punya program di Pekalongan pak”
…bapak itu diam dan berpikir sejenak….
“Enggak barangkali kalo membutuhkan fasilitator yang lain”
“Kami tidak ada penambahan staff dan kami tidak membuka lowongan pak”
….bapak itu terdiam beberapa saat sambil memainkan Hp nya
“Ya sudah mbak”
“Ya pak, maaf ya pak”
……….30 menit kemudian
Aku bergegas menyimpan dokumen-dokumenku untuk bersiap meluncur ke lokasi kerja, di parkiran aku bertemu dengan bapak itu lagi sambil menjinjing tas hitamnya yang sepertinya cukup berat. Aku naiki kendaraanku, dan ketika melewatinya…dalam hatiku berkata…aku pernah sepertimu…wahai Balada Pencari Kerja.
Untuk teman-teman yang sedang berjuang mencari dan menciptakan pekerjaan, tetap Semangat. Salut!
Dua orang teman saya tiba-tiba sering sakit-sakitan. Teman pertama, perempuan 28 tahun, awalnya sakit tiphus….berobat ke dokter, minum obat cacing…sembuh…kumat lagi, berobat ke dokter….sembuh, sakit lagi….sampai hampir 2 bulan seperti itu. Saya agak heran dengan kondisi teman saya ini, akhirnya ketika kesempatan itu ada saya coba lempar satu kalimat pada dia.”Kamu sakit-sakitan gitu, kamu strees ya…ada yang jadi beban pikiran kamu?” Dia senyum-senyum…bibirnya komat-kamit seperti ada yang mau dia sampaikan tapi ragu-ragu. Dia liat saya lama…sampai akhirnya dia bilang, “Gimana gak stress mbak, tiap hari ditanyain soal married sama orangtua, kapan married, kamu terlalu milih-milih sih…dan sebagainya dan sebagainya…ya stress lah aku”
Teman ke dua, perempuan usia 27 tahun, berkali-kali mengusap hidungnya yang gak berhenti-berhenti keluar ingus, suaranya sengau…sepertinya dia kena flu pikir saya waktu itu. Iseng saya tanya, “Kamu flu ya? lagi musim sih..Tapi kemudian dia merespon yang cukup mengagetkan. “Ini sebenarnya bukan karena flu, tapi karena kemaren aku ditelpon sama ibuku trus aku nangis jadinya kaya gini” Saya terhera-heran “Lho kok sangar banget nangis bisa sampai jadi flu gitu? ” Ibuku bilang, “kamu sudah umur segitu kok belum menikah….kapan? dan ibuku mengatakan sambil menangis, aku jadi sedih juga.
Saya pernah dulu, ditanya seorang teman…”seumuran kamu, gak punya pacar belum menikah, Kamu Lesbi?
Usia =Tua=Belum menikah
?????????……kenapa selalu menjadi pertanyaan
Bergemuruh dalam dada
Berjejal….merobek jiwa
Menikamku tanpa ampun
Berlari…berpeluh
Mulut terkatup….tapak kaki berdarah
Airmata mengering
Semua hening
Mati
Aroma kesegaran hati dan jiwa…dengan kesabaran dan kekuatan dalam cahaya IDUL FITRI…
Terimakasih ya Allah…
Semua teman, semua orang yang kusayangi,yang tersakiti yang menyakiti yang saling mencintai… MOHON MAAF LAHIR dan BATHIN
Darah mengucur dan belati tertancap sombong di hati kekasihku
Perempuan itu berdiri tepat di depan wajahku
Matanya menatap tajam, merah
Tersenyum sinis seolah berkata
Aku akan menjadikan dia miliku, akan kukuyah hatinya dan darah menyatu mengalir dalam nadiku
Perempuan itu,
dengan belati berkilat ditangan….
Tertawa terbahak dikelilingi iblis yang menari
Untuk perempuan yang telah mengoyak kedamaian cinta kita
Jangan pernah bermain belati cinta yang dikalungi mantra-mantra iblis
GUSTI ORA SARE….. (Tuhan tidak tidur, dia tau semua yang diperbuat manusia)
Berdiam diri ketika hati bergejolak
Berdiam diri ketika hati penuh tanya dan amarah
Berdiam diri ketika hati bersuyukur
Berdiam diri merenungkan semua suka cita dalam hidup
Berdiam dan berdiam diri…..
Ssssst………..
Mencintaimu dari hari ke hari,
hari ini, esok pagi…..tak pernah berhenti
everything is wonderfull life for us
walau perjuangan ini masih harus kita titi bersama
sampai terkadang air mata tak terasa menetes
tak ingin kehilanganmu
itu yang membuatku terus bertahan
sampai cahaya itu menggiring kita tiba pada titik yang paling terang
dan keindahan itu kita nikmati bersama dalam syukur
terus kita dendangkan dalam doa dan hati berdua
sampai Sang Khalik percaya kita yang terpilih untuk menyelesaikannya
dedicated for Our Love – Momo & Pie
saling mencinta dengan kesabaran dalam tebaran ujian hidup
semoga cinta kita selalu terjaga
“Kita tak pernah kuasa memilih ujian hidup yang mesti kita jalani
tapi kita punya kuasa untuk berjuang dan menyelesaikannya”
