Balada Pencari Kerja
Siang itu, aku dan teman-temanku sedang sibuk mengetik di ruangan kantor, dimana biasanya aku transit kalo aku singgah ke kantor (maklum…tugasku mobile di lokasi, jadi aku jarang ke kantor). Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan seorang laki-laki usia 40an memakai jaket kulit hitam dengan sepatu yang warna seperti memudar (bukan karena sudah usang, tapi karena debu jalan yang tebal menempel) melongok ke dalam ruangan,
“Selamat siang…”
“Selamat siang pak, mau bertemu siapa pak?”
“Saya tadi dari Dinas….(red), saya disuruh datang kesini, katanya disini butuh fasilitator”
“Apa teman-teman tau siapa yang buka lowongan fasilitator?” (beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam)
“Kami tidak membuka lowongan fasilitator, tadi bapak mendapat informasi dari siapa?”
“Saya tadi sebelumnya dari Dinas…(Red) dan saya disuruh kesini, katanya disini butuh fasilitator untuk di Pati”
“Kita tidak punya program di Pati pak”
“Maksud saya bukan hanya untuk di Pati”
“Iya tapi kami tidak membuka lowongan fasilitator pak”
“Tapi saya tadi dari Dinas…(red) katanya disuruh kesini” (sang bapak dengan gigih berusaha meyakinkan)
….ibu Boss mengambil Hp nya dan diujung sana seseorang diujung sana dengan cepat menerima panggilan telepon itu.
“Slam, kamu buka lowongan fasilitator? O…enggak? untuk program…(red) Enggak? Untuk program lain? Enggak? O ya sudah, ini ada bapak dari Pati kesini, katanya disini buka lowongan, aku pikir mungkin kamu yang buka lowongan. Enggak ya? Oke makasih slam.”
“Pak, kami tidak membuka lowongan fasilitator”
“Tapi tadi saya disuruh kesini katanya disini butuh faslitator”
“Kata orang itu fasilitator apa ya pak?, kami tidak buka lowongan fasilitator”
“Em….(bapak itu terdiam sebentar sambil memaikan Hp nya, tapi raut mukanya terlihat sedikit bingung)…dan akhirnya…fasilitator kesehatan. Katanya disini programnya kesehatan” (bapak itu berusaha meyakinkan)
“Ya betul, memang disini programnya kesehatan tapi kami tidak membuka lowongan fasilitator”
“Itu, fasilitator kesehatan seperti yang di Pekalongan” (kembali bapak itu mencoba meyakinkan)
“Kami tidak punya program di Pekalongan pak”
…bapak itu diam dan berpikir sejenak….
“Enggak barangkali kalo membutuhkan fasilitator yang lain”
“Kami tidak ada penambahan staff dan kami tidak membuka lowongan pak”
….bapak itu terdiam beberapa saat sambil memainkan Hp nya
“Ya sudah mbak”
“Ya pak, maaf ya pak”
……….30 menit kemudian
Aku bergegas menyimpan dokumen-dokumenku untuk bersiap meluncur ke lokasi kerja, di parkiran aku bertemu dengan bapak itu lagi sambil menjinjing tas hitamnya yang sepertinya cukup berat. Aku naiki kendaraanku, dan ketika melewatinya…dalam hatiku berkata…aku pernah sepertimu…wahai Balada Pencari Kerja.
Untuk teman-teman yang sedang berjuang mencari dan menciptakan pekerjaan, tetap Semangat. Salut!

jaman sekarang udah ngak bisa lagi milih2 pekerjaan, bisa dapat yang halal aja sudah bersyukur. apapun pekerjaannya jangan pernah gengsi demi sesuap nasi
@pie :
Yoi setuju buanget!
Salam