Seribu Jendela
Cahaya terpendar…dari celah jendela yang terjajar rapi
Sudut tajam menantang di setiap sisi…
Dia terdiam…menunggu
Lalu orang-orang membukanya, dengan seribu pandangan hati
Tak ada yang sama
Tak ada yang beda
Sama ketika logika meminta
Beda ketika hati bicara
Ketika mereka buka jendela
Terucap tak pernah terlupakan
Aku meminta…karena aku pernah memberi
Aku meminta…karena aku pantas
Aku meminta….karena seharusnya
Seribu jendela
Terbuka dengan seribu cara..entah dengan seribu hati
Seribu jendela
Terdiam…menunggu…
Seribu cara dengan hati dan cinta
Untuk seorang sahabat yang mungkin sedang terluka…

nice poem…:)