Lompat ke isi
Mei 8, 2010 / piepits

Seribu Jendela

Cahaya terpendar…dari celah jendela yang terjajar rapi
Sudut tajam menantang di setiap sisi…
Dia terdiam…menunggu
Lalu orang-orang membukanya, dengan seribu pandangan hati
Tak ada yang sama
Tak ada yang beda
Sama ketika logika meminta
Beda ketika hati bicara
Ketika mereka buka jendela
Terucap tak pernah terlupakan
Aku meminta…karena aku pernah memberi
Aku meminta…karena aku pantas
Aku meminta….karena seharusnya
Seribu jendela
Terbuka dengan seribu cara..entah dengan seribu hati
Seribu jendela
Terdiam…menunggu…
Seribu cara dengan hati dan cinta

Untuk seorang sahabat yang mungkin sedang terluka…

  1. kabayantumaritis / Agu 20 2011 5:38 pm

    nice poem…:)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.