Online Bisnis Murah, Fun

Salam Cerdas Memilih Sukses!

Merdeka Waktu Merdeka Financial
Gadget udah makin canggih aja, bisa seharian tuh kita berkutat dengan gadget yang kita punya. Shopping online terutama bagi yang seneng belanja tanpa harus repot-repot keluar rumah, apalagi untuk saya yang punya anak kecil dimana waktu terbatas dan full untuk anak.

Setelah sekian lama saya hanya berkutat dengan Media Sosial, Browsing-browsing n Shopping online, akhirnya saya sadar bahwa nilai investasi yang saya dapat sangat minim. Sedangkan saat ini kebutuhan terus saja meningkat.

Sampai pada saatnya saya memutuskan untuk keluar kerja dan full dengan anak, maka terasa banget tuh yang namanya semua musti bisa menjadi investasi dan ladang penghasilan bagi saya yang penting semua di jalan Tuhan dan Halal.

Dan Bisnins Online adalah pilihan yang tepat bagi orang seperti saya. Alhamdulillah saya berani untuk memutuskan sebagai self employment dengan membuka lapak online dan menjalankan bisnis Oriflame. Alhamdulillah lagi saya merasa banyak hal yang saya dapat dari bisnis ini, dari saya belajar marketing, bagaimana berjejaring dalam mengembangkan bisnis dan terus mengembangkan ilmu dalam bisnis online saya.

Bersama Tim dBCn Oriflame, yang pada waktu itu saya hanya mendaftar dengan 49.900 di bulan ke 2 dengan Fokus dan Action saya mendapatkan cash bonus reward 550.000, Alhamdulillah buat saya meski mungkin kecil untuk yang lain. Tapi saya yakin, tidak akan ada yang memberikan jaminan sukses dalam bisnis sselain Fokus dan Action. Karena bisnis harus dilakukan dengan Action, gak ada yang investasi, duduk diam lalu untung banyak…semua pasti membutuhkan action. So, saya merasa beruntung bisa menemani anak saya dalam masa pertumbuhannya dan mendapatkan penghasilan dengan menjalankan bisnis Oriflame.

Punya keinginan dan keterbatasan seperti saya, tapi pengen punya penghasilan seperti saya atau bahkan lebih??? Bia banget. Asal Fokus ‘n Action. Tertarik? Jangan pake lama ya..boleh kok diobrolin disini, kenali dan putuskan..Move On untuk sesuatu yang berharga bagi hidup kita.Oriflame Succes Plan

 

 

 

REFORMASI WANITA BERANI >< FUN BISNIS MOM

Hai Friend`s, Guy`s, Mom ‘n Dad…

Ini tulisan pertama saya setelah sekian lama vakum dalam karya penulisan di Blog WANITA BERANI milik saya. Ya, dulu Blog ini namanya WANITA BERANI, tapi sekarang sudah di reformasi..hehe karena ternyata waktu saya searching nama Blog saya di mbah Google…Taraaaa…yang keluar foto, blog, dll yang berkaitan dengan porno aksi…wadooowww…segera saya atur ulang penampilan ‘n…….sekarang nama Blog WANITA BERANI berubah menjadi FUN BISNIS MOM – Merdeka Waktu & Merdeka Financial.

Di blog ini, ada berbagi cerita seputar pengalaman sehari-hari, pengalaman bisnis, makanan, anak,kesehatan dan kecantikan. Pokoknya All FUN and HAPPY deh:). Saya akan sangat senang jika yang sempat berseluncur di Blog FUN BISNIS MOM bisa kasih apresiasi dengan coment, saran, kritik dan diskusi bersama.

Bismillah semoga bermanfaat untuk kita semua ya…fun bisnis blog

Salam Cerdas Memilih Sukses – Salam Cerdas Memilih Sehat

Komunikasi, Intuisi, Kepekaan dan Empati

Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa saya bukan pakar komunikasi. Mungkin tulisan ini sangat bersifat opini dan subyektif. Mohon maaf sebelumnya.

Saya percaya bahwa secara fitrah kita diberikan kemampuan komunikasi dari Sang Pencipta, ini dimulai ketika seorang manusia lahir (bayi) dan menangis. Menangis itulah awal kita berkomunikasi dengan dunia.
Lalu seseorang beranjak tumbuh dan berkembang, seiring itu juga secara otomatis terstimulan untuk mempunyai kemampuan berkomunikasi yang secara bertahap berkembang. Tahap yang bisa dilihat adalah dimulai dari mengucap huruf kemudian merangkai huruf itu menjadi kalimat yang dimulai dari area terdekat yang dikenal (example : mama, papa, mimik, bobok) kemudian menyampaikan pertanyaan, mempertanyakan dan kemudian pada tahap yang paling menarik saling bertukar informasi.
Kemampuan bertukar informasi membutuhkan kemampuan untuk memahami, memahami kalimat yang di sampaikan dan yang kita dapat, memahami tujuan apa dari kalimat yang di sampaikan dan diterima sampai pada memahami akan kita “apakan” kalimat yang kita terima dari proses komunikasi yang dilakukan.
Namun dari semua itu, saya percaya kemampuan berkomunikasi dari seorang yang sehebat apapun dan se dahsyat apapun apa yang akan disampaikan tidak akan menjadi menarik, berisi dan bermanfaat jika kita tidak mengasah intuisi, kepekaan dan empati kita terhadap apa yang kita temui di sekeliling kita dari apa yang kita lihat, kita dengar dan dari setiap saat kejadian yang kita alami sehari-hari.
Dari intuisi, kepekaan dan empati yang kita miliki akan melahirkan sikap menghargai dan mempunyai sikap komunikasi yang efektif.
Semuanya tidak sulit tapi juga tidak mudah untuk diwujudkan. Tapi kita harus bersyukur karena semua bisa kita dapat pengetahuannya dari buku dan segala media komunikasi yang ada di dunia dan terlebih lagi kita dapat ruang yang tak terbatas untuk berlatih dalam kehidupan dan keseharian kita.
Saya sangat berbahagia menjadi pribadi yang tidak menganggap remeh nilai komunikasi yang sering dianggap tidak lebih berharga dibanding kemampuan teknik, matematis.

Jiwaku Rindu…

Menatap birunya awan
Tertangkap seribu keindahan
Disana, ternyata ada mereka
Entah…
Terasa kesedihan disini..meremas hati, sakit…
Lalu lidahku kelu..
Bait kata tertahan di lorong jiwa
Dingin buliran embun malam hadir di ujung kelopak mataku tanpa malu
Aku masih disini
Berpijak pada bumi
Sungguh aku merindukannya
Saat kulihat kau dan mereka mengepakkan sayap-sayap kebanggaan

Seribu Jendela

Cahaya terpendar…dari celah jendela yang terjajar rapi
Sudut tajam menantang di setiap sisi…
Dia terdiam…menunggu
Lalu orang-orang membukanya, dengan seribu pandangan hati
Tak ada yang sama
Tak ada yang beda
Sama ketika logika meminta
Beda ketika hati bicara
Ketika mereka buka jendela
Terucap tak pernah terlupakan
Aku meminta…karena aku pernah memberi
Aku meminta…karena aku pantas
Aku meminta….karena seharusnya
Seribu jendela
Terbuka dengan seribu cara..entah dengan seribu hati
Seribu jendela
Terdiam…menunggu…
Seribu cara dengan hati dan cinta

Untuk seorang sahabat yang mungkin sedang terluka…

I love u Makkk

Mak…
Pagi ini aku tidur tengkurap..tiba-tiba kau duduk disamping ranjang kecilku dan tanganmu mulai menyentuh tubuhku.
Capek nak??? pertanyaan yang membuat kerongkonganku tercekat…dan tangan lembutmu memijat tubuhku yang memang sedang lelah…
Terimakasih mak….sebenarnya aku merasa kurang lama kau memijitku..tapi ntah kenapa energy luarbiasa itu singgah di tubuhku setelah tanganmu menyentuhnya dengan penuh cinta….
I love u makkk…..

Balada Pencari Kerja

Siang itu, aku dan teman-temanku sedang sibuk mengetik di ruangan kantor, dimana biasanya aku transit kalo aku singgah ke kantor (maklum…tugasku mobile di lokasi, jadi aku jarang ke kantor). Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan seorang laki-laki usia 40an memakai jaket kulit hitam dengan sepatu yang warna seperti memudar (bukan karena sudah usang, tapi karena debu jalan yang tebal menempel) melongok ke dalam ruangan,

“Selamat siang…”

“Selamat siang pak, mau bertemu siapa pak?”

“Saya tadi dari Dinas….(red), saya disuruh datang kesini, katanya disini butuh fasilitator”

“Apa teman-teman tau siapa yang buka lowongan fasilitator?” (beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam)

“Kami tidak membuka lowongan fasilitator, tadi bapak mendapat informasi dari siapa?”

“Saya tadi sebelumnya dari Dinas…(Red) dan saya disuruh kesini, katanya disini butuh fasilitator untuk di Pati”

“Kita tidak punya program di Pati pak”

“Maksud saya bukan hanya untuk di Pati”

“Iya tapi kami tidak membuka lowongan fasilitator pak”

“Tapi saya tadi dari Dinas…(red) katanya disuruh kesini” (sang bapak dengan gigih berusaha meyakinkan)

….ibu Boss mengambil Hp nya dan diujung sana seseorang diujung sana dengan cepat menerima panggilan telepon itu.

“Slam, kamu buka lowongan fasilitator? O…enggak? untuk program…(red) Enggak? Untuk program lain? Enggak? O ya sudah, ini ada bapak dari Pati kesini, katanya disini buka lowongan, aku pikir mungkin kamu yang buka lowongan. Enggak ya? Oke makasih slam.”

“Pak, kami tidak membuka lowongan fasilitator”

“Tapi tadi saya disuruh kesini katanya disini butuh faslitator”

“Kata orang itu fasilitator apa ya pak?, kami tidak buka lowongan fasilitator”

“Em….(bapak itu terdiam sebentar sambil memaikan Hp nya, tapi raut mukanya terlihat sedikit bingung)…dan akhirnya…fasilitator kesehatan. Katanya disini programnya kesehatan” (bapak itu berusaha meyakinkan)

“Ya betul, memang disini programnya kesehatan tapi kami tidak membuka lowongan fasilitator”

“Itu, fasilitator kesehatan seperti yang di Pekalongan” (kembali bapak itu mencoba meyakinkan)

“Kami tidak punya program di Pekalongan pak”

…bapak itu diam dan berpikir sejenak….

“Enggak barangkali kalo membutuhkan fasilitator yang lain”

“Kami tidak ada penambahan staff dan kami tidak membuka lowongan pak”

….bapak itu terdiam beberapa saat sambil memainkan Hp nya

“Ya sudah mbak”

“Ya pak, maaf ya pak”

……….30 menit kemudian

Aku bergegas menyimpan dokumen-dokumenku untuk bersiap meluncur ke lokasi kerja, di parkiran aku bertemu dengan bapak itu lagi sambil menjinjing tas hitamnya yang sepertinya cukup berat. Aku naiki kendaraanku, dan ketika melewatinya…dalam hatiku berkata…aku pernah sepertimu…wahai Balada Pencari Kerja.

Untuk teman-teman yang sedang berjuang mencari dan menciptakan pekerjaan, tetap Semangat. Salut!